Artikel

Prestasi Pencapaian Peserta

Alhamdulillah, atas izin Allah Subhanahu wata'ala yang memudahkan hafalan Al-Qur'an bagi siapa pun yang sungguh-sungguh mempelajarinya.

Pengalaman terhadap 11 angkatan Sebulan Hafal Al-Qur'an di Pusat Karantina Tahfizh Nasional:

Jika sudah pernah hafal 30 Juz kemudian lupa lagi, biasanya waktu mengembalikan hafalan 30 Juz tersebut rata-rata antara 3 sampai 9 hari di karantina.

Jika sudah punya hafalan 15 Juz biasanya rata-rata khatam setoran hafalan 30 Juz dalam waktu 12 - 14 hari, termasuk muraja'ahnya.

Jika sudah punya hafalan 10 Juz biasanya rata-rata khatam setoran hafalan 30 Juz dalam waktu 12 - 18 hari, termasuk muraja'ahnya.

Jika sudah punya hafalan 5 Juz biasanya khatam setoran hafalan 30 Juz dalam waktu 23-25 hari, termasuk muraja'ahnya.

Jika sudah punya hafalan 2 Juz biasanya khatam setoran hafalan 30 Juz dalam waktu 27-30 hari, termasuk muraja'ahnya.

Jika sudah punya hafalan 1 Juz biasanya khatam dalam waktu 28-31 hari, termasuk muraja'ahnya.

Jika belum punya hafalan dan tahsinnya bagus biasanya sebulan dapat setoran hafalan antara 20 s/d 30 Juz

Jika belum punya hafalan atau sudah punya hafalan tetapi tahsinnya belum bagus biasanya sebulan dapat setoran hafalan antara 8 s/d 20 Juz dengan bonus perbaikan bacaan tahsin.

----------------------------------------------------------

Do'a untuk Indonesia

Ya Allah jagalah negeri kami Indonesia ini dengan keberkahan Al-Qur'an, sadarkan pemimpin-pemimpin kami. Berikanlah kekuatan kepada mereka agar senantiasa takut hanya kepadaMu Ya Allah...

Dan jika mereka khianat, berdusta, jahil dan melakukan makar, sadarkanlah mereka Ya Allah... apabila mereka tetap mendurhakaiMu, kami memohon kepadaMu Ya Allah... Gantilah penguasa Zalim itu dengan pemimpin-pemimpin yang jujur, amanah, cerdas dan menyampaikan kebenaran.

Kami akan tetap di jalan dakwah ini, sampai terwujud setiap keluarga muslim minimal satu Hafizh/ah Se-Indonesia. Aamiin...

Bukan "negara Islam" yang kami perjuangkan melainkan tegaknya syariat Islam di dalam setiap keluarga-keluarga muslim.

Jika NKRI ini tidak didukung oleh umat Islam maka akan diisi oleh mereka yang memusuhi Islam.

Mereka punya rencana tetapi Allah juga punya rencana. Semoga kita menjadi bagian dari peran utama atas apa yang direncanakan Allah untuk kebagagiaan hidup dunia dan akhirat. Aamiin...

----------------------------------------------------------

Metode Sebulan Hafal Qur'an 30 Juz


Tidak ada satu pun metode menghafal Al-Qur'an yang tidak dibaca, pasti melalui proses membaca baik itu dengan melihat mushaf maupun didiktekan ke telinga. Persamaanya tetap dibaca dan diulang-ulang.

Karantina Tahfizh Nasional Sebulan Hafal Qur'an ditunjang dengan Metode Yadain Litahfizhil Qur'an sehingga selain menghafal ayat-ayat Al-Qur'an terjemahnya juga ditadabburi.

Dengan metode ini sekalipun belum bisa bahasa Arab insyaa Allah bisa menghayati isi kandungan Al-Qur'an. Pemahaman ini akan menguatkan hafalan dan memudahkan muraja'ah, atas izin Allah Subhanahu Wata'ala.



Selain itu inilah hal unik di Yayasan Karantina Tahfizh Nasional

- 10-13 jam/hari menghafal tanpa rasa lelah, justru penuh kenikmatan

- Pembimbing yang siap menerima setoran hafalan 10-13 jam/hari

- Teknik menaklukkan ayat-ayat yang dianggap sulit untuk dihafal

- Rihlah refreshing menyegarkan pikiran

- Konsultasi kesulitan menghafal Al-Qur'an

- Penanganan terhadap peserta yang sakit, fisik, psikologis dan psikosomatik

- Sebulan target selesai setoran 30 juz, jika masih ada sisa bisa muraja'ah

- Makanan yang lezat, sehat dan bergizi untuk menunjang kecerdasan

- Tempat yang nyaman untuk menghafal Al-Qur'an

- Sistem karantina menggunakan standar operasional prosedur yang terbukti pada 9 angkatan, 700 orang penghafal Al-Qur'an

- Adanya evaluasi, penelitian dan pengembangan sehingga program ini semakin hari semakin meningkatkan kualitas lulusan

- Coaching peserta untuk mampu mengeluarkan potensi kemampuan terbaik yang dimilikinya

Ini hanya sebagian dari bocoran gambaran program Yayasan Karantina tahfizh Nasional. Masih ada banyak rahasia lainnya sehingga sebulan dapat menyelesaikan setoran hafalan 30 Juz dengan baik atas izin Allah Subhanahu Wata'ala.

----------------------------------------------------------


AL-QUR'AN ITU "TIDAK SULIT" DIHAFAL


Kalau bukan karena Allah Subhanahu Wata'ala yang memudahkan hafalan Al-Qur'an, pastilah kita sulit menghafalkannya. Bersyukurnya Allah Subhanahu Wata'ala telah memudahkannya. Firman Allah:

وَ لَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Artinya: 
"Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Q.S Al-Qamar: 17,22,32,40)

Sudah terbukti ada bukti ayat bahwa Al-Qur'an itu mudah untuk dihafalkan dan tidak mungkin Allah mengingkari janjinya. Jadi Al-Qur'an pasti mudah untuk dihafal dan pasti bukan beban.

Kemudian Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman: 
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى
Artinya: 
Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah. (Q.S. Thaha: 2)

Al-Qur'an dijadikan mudah untuk pelajaran dan bukan untuk membebani tetapi mengapa masih terasa sulit?....
Ada beberapa faktor diantaranya:

A. Faktor Psikologis/Qolbu:
1. Niat belum Ikhlas
2. Kurang sabar dan terjebak pada tergesa-gesa
3. Gelisah karena maksiat yang terus dilakukan
4. Kurang ta'dzim menghormati Al-Qur'an dan guru Al-Qur'an
5. Belum sepenuhnya berusaha dan tawakkal pada Allah
6. Belum memprioritaskan Al-Qur'an dalam hidup
7. Tauhid yang masih rapuh
8. dll. (masih banyak)

B. Faktor Kemampuan Membaca 
1. Tahsin belum disiplin
2. Bacaan masih terbata-bata
3. Belum mampu memahami bacaan

C. Faktor Manajemen Waktu 
1. Belum disiplin dengan jadwal menghafal dan muraja'ah
2. Belum memanfaatkan kesempatan waktu luang

D. Faktor Lingkungan
1. Tidak ada guru penerima setoran hafalan
2. Kurang bergaul dengan penghafal Al-Qur'an
3. Keluarga dan aktivitas yang dijadikan alasan kesibukkan
4. Tidak ada tempat khusus untuk menghafal
5. Belum menggunakan metodologi yang sesuai dengan gaya belajar
6. Belum memahami keunikan setiap orang dalam menghafal Al-Qur'an

Semoga hadirnya Karantina Sebulan Hafal Al-Qur'an di www.sebulanhafalquran.com bisa menjadi solusi bagi yang ingin memulai dan menuntaskan hafalan Al-Qur'an 30 Juz. Semoga Allah berkahi para pecinta Al-Qur'an dan yang menyebarkan manfaat dari informasi ini. Aamiin..

----------------------------------------------------------


Al-Qur'an sebagai Obat Penawar

Membaca Al-Qur'an itu lebih dahsyat dibandingkan meditasi atau senam pernafasan. Ketika membaca huruf-huruf Al-Qur'an, sebelumnya kita menarik nafas panjang, kemudian membaca mad, gunnah, idghom, ikhfa, iqlab dan sebagainya. Kemudian menghembuskan nafas lagi dan menarik nafas kemudian membaca Al-Qur'an lagi dan begitu seterusnya.

Mirip dengan senam pernafasan:
Tarik nafas yang dalam.... simpan di perut.... tahan...
hembuskan perlahan... santai... rileks...

ulangi lagi...
tarik nafas yang dalam.... simpan di perut.... tahan...
hembuskan perlahan... santai... rileks...
ulangi lagi...

Yang mau mengkaji manfaat ini silakan... :-)

Berikut ini diantara khasiat membaca Al-Qur'an

Allah SWT berfirman:

“Dan kami menurunkan Al Qur’an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu’min.” (QS. Al Isra/17: 82)

“orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar Ra’d/13: 28)

Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al-Qur’an yaitu “Asysyifâ” yang artinya Obat Penyembuh.

“Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus/10: 57)

Di samping Al Qur’an mengisyaratkan tentang pengobatan juga menceritakan tentang keindahan alam semesta yang dapat kita jadikan sebagai sumber dari pembuat obat- obatan.

“Dia menumbuhkan tanaman-tanaman untukmu, seperti zaitun, korma, anggur dan buah-buahan lain selengkapnya, sesungguhnya pada hal-hal yang demikian terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”. (QS. An-Nahl 16:11)

“Dan makanlah oleh kamu bermacam-macam sari buah-buahan, serta tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu keluar minuman madu yang bermacam-macam jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di alamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan”.
(QS. An-Nahl 16: 69)

Menurut para ahli psikologi, mereka sepakat bahwa timbulnya penyakit psikosomatik berasal dari pikiran. Jantung, Paru-paru, Strook, Darah Tinggi, Diabetes dan penyakit lainnya dijadikan makin parah karena ketidaktenangan pikiran. Sedangkan dengan membaca Al-Qur'an maka hati dan pikiran menjadi semakin tentram sehingga penyakit pun semakin berkurang dan sembuh atas izin Allah SWT.

“Siapa saja yang disibukkan oleh Alqur’an dalam rangka berdzikir kepada-Ku, dan memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan berikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaannya Kalam Allah daripada seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.”
(HR. At Turmudzi)

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah (masjid) Allah, mereka membaca Alqur’an dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketentraman, mereka diliputi dengan rahmat, malaikat menaungi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya”. (HR. Muslim)

“Hendaklah kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Alqur’an”
(HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)

Walaupun tidak dibarengi dengan data ilmiah dalam kitab Ta’lim al Muta’alim  sebuah kitab yang mengupas tata krama mencari ilmu berkata,

“Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya. Di antaranya, menyedikitkan makan, membiasakan melaksanakan ibadah salat malam, dan membaca Al-Quran sambil melihat kepada mushaf”. Selanjutnya ia berkata, “Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an”.

Mahabenar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S. 7: 204).

Atau juga, “Dan Kami telah menurunkan dari Alquran, suatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”
(Q.S.17:82).

Atau, “Ingatlah, hanya dengan berdzikir kepada Allah-lah hati menjadi tentram” (Q.S. 13: 28).

Ternyata Al-Qur'an bukan hanya bisa dijadikan sebagai bacaan Ruqiyah pengusir jin (penyakit metafisik). Lebih dari itu dengan izin Allah, bacaan Al-Qur'an juga dapat mengobati penyakit fisik dan mental seperti di bawah ini:

Kecemasan
Kekecewaan
Frustrasi
Kesedihan
Kesusahan
Gejala Stres
Kebingungan
Kebimbangan
Keraguan
Fobia
Trauma
Sakit Hati
Putus Asa
Grogi
Kecanduan
Kebiasaan Buruk
Mengeluh
Kecapaian Pikiran
Malas
Sulit Tidur
Kurang Percaya Diri
Dendam
Kebiasaan Marah
Kebiasaan Onani
Kelebihan Syahwat
Sering Pingsan
Sering Kesurupan
Ketakutan
Mudah Tersinggung
Pelupa
Mudah Sakit
Halusinasi
Unek-unek Hati
Gangguan Konsentrasi
dan semua keluhan pikiran/perasaan

Penyakit fisik:
Diabetes, 
Stroke, 
Jantung Koroner, 
Kangker, 
Kangker Payu Dara, 
Kangker Rahim, 
Kangker Usus, 
Tumor, 
Rematik, 
Migrain, 
Keluhan Usus Besar, 
Pegal-pegal, 
Kolesterol, 
Katarak, 
Syaraf, 
Parkinson, 
Kecanduan Narkotik, 
Keputihan, 
Asma, 
Kista, 
Miyom, 
Kurap, 
Varises, 
Radang Hati, 
Kepikunan, 
Jerawat dan
Lemah Syahwat


Mengenai praktiknya cukup baca sesuai dengan kaidah tajwid disertai tadabbur maknanya dan yakin bahwa Allah saja yang menyembuhkan maka ini lebih dahsyat dibandingkan meditasi auto sugesti buatan.

----------------------------------------------------------

Anjuran Memperindah Bacaan Al-Qur'an
Melagukan Al-Qur'an adalah tahsin Al-Qira'ah dan bukan membaca dengan meniru lagu. Boleh saja meniru lagu tetapi ada 2 syarat:



1. Tidak melanggar kaidah tajwid bacaan Al-Qur'an (Qira'ah Asyrah)


2. Tidak bermaksud mengolok-olok Al-Qur'an



Ada beberapa hadis yang menganjurkan untuk memperindah bacaan Al-Quran. Diantaranya,



Hadis dari al-Barra bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ



Hiasilah al-Quran dengan suara kalian.



(HR. Ahmad, Nasai, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)


Kemudian, hadis dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ

“Siapa yang tidak memperindah suaranya ketika membaca al-Quran, maka ia bukan dari golongan kami.” (HR. Abu Daud, Ahmaddan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Ada beberapa keterangan yang disampaikan para ulama tentang makna ‘yataghanna bil qur’an’. Diantaranya adalah memperindah bacaan al-Quran. Karena itu, dia hadis di atas dijadikan dalil anjuran memperbagus suara ketika membaca al-Quran.

Imam an-Nawawi mengatakan,

أجمع العلماء رضي الله عنهم من السلف والخلف من الصحابة والتابعين ومن بعدهم من علماء الأمصار أئمة المسلمين على استحباب تحسين الصوت بالقرآن

Para ulama salaf maupun generasi setelahnya, di kalangan para sahabat maupun tabiin, dan para ulama dari berbagai negeri mereka sepakat dianjurkannya memperindah bacaan al-Quran. (kitab at-Tibyan).

Selanjutnya an-Nawawi menyebutkan makna hadis kedua,

قال جمهور العلماء معنى لم يتغن لم يحسن صوته،… قال العلماء رحمهم الله فيستحب تحسين الصوت بالقراءة ترتيبها ما لم يخرج عن حد القراءة بالتمطيط فإن أفرط حتى زاد حرفا أو أخفاه فهو حرام

Mayoritas ulama mengatakan, makna ‘Siapa yang tidak yataghanna bil quran’ adalah siapa yang tidak memperindah suaranya dalam membaca al-Quran. Para ulama juga mengatakan, dianjurkan memperindah bacaan al-Quran dan membacanya dengan urut, selama tidak sampai keluar dari batasan cara baca yang benar. Jika berlebihan sampai nambahi huruf atau menyembunyikan sebagian huruf, hukumnya haram. (kitab at-Tibyan)

Konsekuensi melagukan al-Quran dengan dalam arti mengikuti irama lagu, bisa dipastikan dia akan memanjangkan bacaan atau menambahkan huruf atau membuat samar sebagian huruf karena tempo nada yang mengharuskan demikian. Dan ini semua termasuk perbuatan haram sebagaimana keterangan an-Nawawi.

Makna yang benar untuk melagukan al-Quran adalah melantunkannya dengan suara indah, membuat orang bisa lebih khusyu. Diistilahkan Imam as-Syafii dengan at-Tahazun (membuat sedih hati). Sebagaimana dinyatakan al-Hafidz dalam Fathul Bari, Syarh Shahih Bukhari (9/70).
Wallahu a’lam.


-----------------------------------


Hipnotisme dan Hafalan Al-Qur'an


Seorang calon peserta Karantina Tahfizh menanyakan pada kami, "Kemarin di sini juga pernah ada pelatihan Menghafal Al-Qur'an dengan cara Hipnotis, ketika ngafal di tempat ternyata bisa cepat hafal. Tetapi ketika pulang kenapa tidak bisa ya?..." Apakah itu ada campur tangan Jin atau kekuatan gaib?...

Jawaban kami, "Ada beberapa faktor terjadinya Hypnosis atau masuknya sugesti ke dalam pikiran bawah sadar (Qalbu), berikut ini syaratnya:"

1. Adanya kesamaan nilai sugesti antara trainer dan peserta

2. Adanya figuritas ahli/trainer di bidang yang diminati

3. Adanya komunitas yang punya visi misi yang sama

4. Kondisi tubuh fisik dan mental yang rileks, khusyu', gelombang alfa

5. Adanya antusias dan ekspektasi yang baik antara trainer dan peserta



1-5 ini sudah cukup jadi syarat masuknya informasi/hafalan ke dalam pikiran bawah sadar manusia.

Untuk membuatnya menjadi permanen, dibutuhkan sugesti yang berefek permanen misalnya seperti ini:



"Alhamdulillah atas izin Allah mulai saat ini dan seterusnya saya merasakan kenikmatan untuk menghafal Al-Qur'an sehingga sulit untuk dihentikan ingin terus menghafal dan benar-benar cepat hafal lancar dan permanen"



"Alhamdulillah terima kasih Ya Allah, mulai saat ini saya menikmati dan merasakan akselerasi menghafal Al-Qur'an"



"Alhamdulillah Ya Allah mulai saat ini saya yakin bahwa Al-Qur'an mudah untuk dihafalkan dan semakin nikmat ketika menghafal, apalagi mengamalkannya lebih nikmat lagi merasakan ketenangan"



Lihat frasa, "Mulai saat ini" , "dan seterusnya" sugesti tersebut berefek permanen.



Hypnosis tidak terkait dengan kekuatan gaib dan jin atau mistik apa pun. Hypnosis hanyalah keilmuan yang mempelajari efek sugesti atau kata-kata. Itu menurut kami yang pernah mengikuti sertifikasi pelatihan Hypnosis resmi di IBH Center. Meskipun begitu kami tidak mengkultuskan bahwa kami menggunakan metode Hypnosis. Keilmuan tersebut hanyalah sebagian kecil dari grand desain Karantina Tahfizh Nasional.


Lubuk Linggau, 3 April 2015

Yadi Iryadi,

Direktur Penelitian dan Pengembangan YKTN
Penyusun Metode Yadain Litahfizhil Qur'an
Konseptor Al-Qur'an Yadain (in process)



Artikel ini dibuat sebelum pelaksanaan Karantina Tahfizh 2 Hari di Hotel Hakmaz Taba Lubuk Linggau, Karantina menghafal Juz 29 dengan target Hafal Ayat, Terjemah, nomor ayat, letak kiri kanan, makiyah madaniyah, asbabun nuzul, judul tematik dengan menggunakan Metode Yadain Litahfizhil Qur'an.



-----------------------------------

Pro Akselerasi Menghafal Al-Qur'an 30 Juz

Tentang Program menghafal Al-Qur'an dalam waktu singkat yang marak belakangan ini. Kami tidak mengetahui prosesnya seperti apa yang dilakukan di luar Yayasan Karantina Tahfizh Nasional, tetapi di sini akan kami buka aktifitas kami dalam Program Karantina Sebulan Menghafal Al-Qur'an 30 Juz yang diselenggarakan oleh Yayasan Karantina Tahfizh Nasional.

1. Menghafal Al-Quran adalah sebuah proses bagaimana menghafal 1 menit 1 baris sehingga dalam waktu 15-30 menit hafalan sudah bisa disetorkan per halaman. Waktu belajar 13 jam/hari sehingga sehari dapat menghafal kurang lebih 1 s/d 2 Juz x 30 hari = kurang lebih 30 Juz sebulan.

2. Para sahabat saja tidak lantas tergesa-gesa dalam menghafal Al-Qur'an karena pada saat itu Al-Qur'an turun secara berangsur-angsur. Sekarang Al-Qur'an sudah sempurna sedangkan waktu belajar tersita untuk aktifitas profesi dan belajar ilmu lainnya sehingga kita butuh akselerasi.

3. Umar bin Khatab tidak akan melanjutkan hafalannya kalau dirasa belum mengamalkan hafalan yang sebelumnya dan ini memotivasi kita supaya tidak sekedar hafal melainkan mengamalkan

4. Karena berbagai profesi yang menyibukkan maka kita butuh waktu khusus sebulan untuk menghafal Al-Qur'an kemudian muraja'ah seumur hidup menjadi Hamilatul Quran.

5. Mengutif taujih DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al-Hafizh ulama lulusan Madinah, lajnah pentashih Al-Qur'an yang menguasai Qira'ah Asyrah berkata, "Karantina Tahfizh Nasional Sebulan Hafal Al-Qur'an targetnya terukur dan bisa diaplikasikan oleh mereka yang sibuk untuk meluangkan waktu sebulan menghafal Al-Qur'an."

6. Menghafal Al-Qur'an ada target kuantitas hafalan dan ada target kualitas. Target kuantitas dapat dicapai 30 Juz dalam waktu sebulan. Masyaa Allah, Amazing. Sedangkan target kualitas hafalan bisa diwujudkan dengan muraja'ah bertahun-tahun, misal per 1-5 Juz / hari seumur hidup.

7. Hafalan bisa jadi lupa, tetapi pemahaman sulit dilupakan. Pemahaman terhadap Al-Qur'an inilah yang akan memotivasi pengamalan isi kandungannya. Tetapi tentu saja hafalan juga harus dijaga dengan terus muraja'ah seumur hidup.

8. Jika calon peserta pernah menghafal Al-Qur'an dan ingin mengembalikan hafalannya disertai pemahaman maka Karantina Sebulan Hafal Al-Qur'an adalah tempat yang cocok.

9. Menghafal Al-Quran, bagi kami, adalah proyek seumur hidup dan kami ingin melakukan upaya supaya bisa terwujud "One Home One Hafizh Indonesia 2030" dengan cara bersinergi dengan Pesantren, Sekolah Islam, Rumah Tahfidz, ODOJ, dan pecinta Al-Qur'an

10. Selesaikan hafalan 30 Juz dengan pemahaman terjemah. Ini penting sebab jika tanpa terjemah kesulitannya adalah 30 Juz. Sedangkan jika dengan terjemah kesulitannya hanya 5-10 Juz saja awal saja, kesananya Allah akan memudahkan sebagaimana janjinya dalam Al-Qur'an.

11. Jika menghafal Al-Qur'an sudah pada tingkatan menikmati, maka menjaga hafalan tidak akan dianggap beban melainkan kenikmatan yang selalu ingin bertambah, adiktif, kecanduan muraja'ah, Biidznillah

12. Ustadz Ma'mun Al-Qurthuby, S.PdI, Al-Hafizh mudir Yayasan Karantina Tahfizh Nasional berpesan, "Menghafal Al-Qur'an sebulan ini hanya sebagai latihan awal untuk bisa meluangkan waktu di luar karantina, target hari ini setorkan sekarang, target besok setorkan hari ini, target tahun depan selesaikan bulan ini. Kemudian pasca karantina bisa muraja'ah masing-masing atau di lembaganya masing-masing"

13. Walid, panggilan akrab DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA, Al-Hafizh pembina Yayasan Karantina Tahfizh Nasional berkata, "Jika seluruh usia kita gunakan untuk menghafal Al-Qur'an dan mengkaji isi kandungaannya juga ilmu-ilmu yang terkait dengan Al-Qur'an maka usia kita tidak akan cukup untuk mempelajari seluruh isi Al-Qur'an. Maka belajarlah seumur hidup"

14. Saat proses menghafal, muhafizh melakukan bimbingan konseling dan terapi kecerdasan sehingga peserta bisa mengatasi berbagai problematika menghafal Al-Qur'an.

15. Jika ada ayat yang belum dipahami, maka tidak menafsirkan sendiri melainkan memahami terjemah terdangkalnya saja untuk sementara atau bisa ditanyakan pada Muhafizh/ah yang mengetahuinya berdasarkan referensi yang shahih.

16. Mengutif ceramah ustadz Yusuf Mansur pada acara tabligh akbar & wisuda Sebulan Hafal Al-Qur'an angkatan ke-5, "Saudara-saudara, niatkan menghafal Al-Qur'an 30 Juz, niatkan akan ikut pada angkatan berikutnya maka jika meninggal saat ini pahalanya In Syaa Allah sudah sampai 30 juz menghafal Al-Qur'an." tambahnya lagi, "Lakukan niat dan upaya untuk daftar karantina tahfizh, pahalanya akan sampai walau pun meninggal dunia sebelum terlaksana, kecuali jika mengundurkan diri."

17. Menghafal Al-Qur'an dengan metode apa pun bisa, silakan banyak sekali metode menghafal Al-Qur'an untuk bisa diaplikasikan. Keberhasilan menghafal Al-Qur'an bukan dengan kecanggihan metode melainkan dengan bersungguh-sungguh mengaplikasikannya sehingga Allah Ridha dan diberikan hafalan Al-Qur'an tersebut. Bukan dengan kecerdasan melainkan hafalan Al-Qur'an ini adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wata'ala.


18. Tentang biaya pendaftaran Rp 100.000,- dan biaya karantina sebulan Rp 5.500.000,- alokasinya untuk Penginapan 35 hari, Catering, Laundry, Seragam Wisuda, Alat Tulis, Mutaba'ah, Rihalah, Syahadah, Tabligh Akbar bersama tokoh Nasional dan Prosesi Wisuda juga biaya bimbingan 10-13 jam per-hari selama sebulan lebih. Alhamdulillah alumni kami menganggap bahwa biaya tersebut wajar dan banyak yang merasa puas.

19. Katanya sebulan koq 35 hari, sebulannya karantina kami adalah 35 hari. karena ada program lainnya yaitu daftar ulang, bimbingan metode, rihlah dan wisuda.


20. Ini pengalaman saya sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan di Yayasan Karantina Tahfizh Nasional dengan melihat aktifitas yang dijalankan di Yayasan kami.

21. 'Alaa kulli hal, yg terpenting, jangan berhenti untuk belajar Al-Qur'an dan ilmu-ilmu syariat Islam. Menghafal Al-Qur'an tidak harus di Karantina Tahfizh Nasional melainkan bisa di mana saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

22. Mereka yang belum setuju dengan sistem akselerasi menghafal Al-Qur'an semata-mata bukan melarang kita menghafal Al-Qur'an dalam waktu relatif singkat melainkan bentuk perhatian, kehati-hatian dan antusias ummat terhadap Al-Qur'an supaya kita tetap menjaga Al-Qur'an.

Wallahu'alam

Cirebon, 30 Maret 2015

Yadi Iryadi,
Penyusun Metode Yadain Litahfizhil Qur'an
Konseptor Al-Qur'an Yadain (in process)
Tulisan ini dibuat pasca Wisuda angkatan ke-5 di Masjid At-Taqwa Cirebon dengan pembicara utama Ustadz Yusuf Mansur dan Buya Yahya. Tadi malam ba'da Isya.


------------------------------------------------


13 Cara Cari Dana

Sebaiknya jangan lanjutkan membaca, kecuali jika Anda ingin tahu bagaimana cara mencari dana untuk mengikuti Karantina Tahfizh Nasional Sebulan Menghafal Al-Qur’an.

Setiap kegiatan pasti membutuhkan dana untuk mensukseskannya dan sekalipun digratiskan harus ada donatur yang membiayainya. Apalagi kegiatan ini tidak dapat menghindari adanya makan, laundry dan penginapan selama 30 harian lebih.

Gratis, bisa jadi menurunkan motivasi belajar. Sedangkan pengorbanan yang besar bisa jadi bukti kesungguhan. Inilah ujian pengorbanan dan ujian komitmen peserta untuk serius ingin menghafal Al-Qur’an. Bisa jadi nanti akan ada banyak peserta yang ikhlas menjual motornya atau perhiasannya demi mampu menjadi donatur bagi dirinya sendiri supaya bisa ikut Karantina Sebulan Hafal Al-Qur’an. Hal ini pun pernah dilakukan beberapa alumni karantina tahfizh.

Ketika ada kemauan In syaa Allah ada jalan, bahkan jika dalam kemauan itu ditambahkan ketakwaan kepada Allah maka akan diberikan rejeki yang tidak diduga sebelumnya, sebagaimana firman Allah “Waman yattaqillaha yaj’al lahu makhraja wayarzuqhu min haitsu la yahtashib” artinya “Barangsiapa bertakwa kepada Allah maka akan ada jalan keluarnya dan diberikan rejeki dari arah yang tidak diduga.”

Jika memiliki kemauan kuat maka Allah akan membimbing untuk mendapatkan solusinya. Berikut ini berbagai cara agar Anda mendapatkan dana untuk mengikuti Karantina Tahfizh Nasional Sebulan Hafal Al-Qur’an. 

  1. Berapa banyak orang yang belum bisa baca Al-Qur’an di daerah Anda?... Anda bisa ngajar private tahsin. 
  2. Berapa banyak anak SD yang belum bisa baca A,B,C,D? Anda bisa buka les private baca. 
  3. Berapa banyak yang belum punya jodoh?... Anda bisa jadi perantara dan mintalah bayaran atas jasa Anda. 
  4. Berapa banyak rumah dijual/dikontrakkan?... Anda bisa infokan pada yang membutuhkan dan mintalah bayaran atas jasa informasi 1 s/d 2,5% dari nilai transaksi. 
  5. Berapa banyak orang yang butuh minum di bis?... Anda bisa jadi pedagang asongan, gak segitunya juga kali tapi kalau sudah tekad mungkin bisa aja. 
  6. Anda bisa jualan buku, kaset VCD islami dan dapatkan keuntungannya untuk ikut karantina tahfizh. 
  7. Bagaimana jika Anda jual atau gadaikan saja motor kesayangan demi kecintaan pada Allah untuk menghafal Al-Qur’an?... 
  8. Anda jual perhiasan atau bongkar seluruh tabungan karena Allah dan cinta terhadap bacaan hafalan Al-Qur’an?... 
  9. Anda bisa jual barang dan jasa sesuai dengan skill Anda, Anda ‘kan pastinya punya keahlian khusus di bidang tertentu?... 
  10. Anda bisa menjual barang bekas di Internet dan dapatkan keuntungannya untuk ikut karantina tahfizh 
  11. Berapa banyak orang yang ingin hafal Al-Qur’an dalam waktu sebulan?... Anda bisa daftarkan 10 orang dan silakan hubungi bendahara untuk dapat potongan biaya. Atau rekrut 20 orang Anda bisa dapat belajar di karantina tahfizh gratis, alias subsidi silang. 
  12. Anda bisa mengajukan proposal pada kepala sekolah/pesantren untuk ikut karantina tahfizh dengan alasan untuk meningkatkan mutu SDM di pesantren Anda. 
  13. Anda bisa mencari muhsinin yang ingin mendonasikan dana atau ingin punya pahala menghafal Al-Qur’an tetapi dia sibuk bekerja jadi dia bisa mewakilkan Anda untuk ikut Karantina Tahfizh Nasional. 
Jika Anda bukan termasuk fakir, miskin dan dhuafa, sebaiknya jadilah donatur bagi diri Anda sendiri sebab In syaa Allah dalam pengorbanan ada kesungguhan dan ada kemudahan yang menunjang keberhasilan Anda menghafal Al-Qur’an. Yakinlah bahwa Allah adalah pengatur rejeki sehingga biaya karantina tahfizh itu kecil bagi Allah. Maka mintalah pada Allah dan berikhtiarlah.

Bagi para muhsinin / dermawan yang beri’tikad baik silakan bantu donasi infaq kaum dhuafa supaya mampu mengikuti acara karantina tahfizh nasional, lihat jadwal terdekat dan muhsinin In syaa Allah mendapatkan balasannya dari Allah SWT sebagaimana mereka yang menghafal Al-Qur’an, Aamiin.

Bagi kaum dhuafa yang dibiayai, harap jaga amanah dan kesungguhan untuk menghafal Al-Qur’an. Jangan karena gratis dibiayai lantas kurang serius belajar.

Yayasan Karantina Tahfizh Nasional telah berupaya meminimalisir pengeluaran biaya namun tidak bisa menghindari bahwa harus ada pengeluaran biaya penginapan, catering, coffe break, laundry,Al-Qur’an, seragam wisuda dan biaya pembinaan full 10 s/d 13 jam/hari yang dibutuhkan untuk menunjang suksesnya Karantina Sebulan Hafal Al-Qur’an hingga terwujud di masyarakat Indonesia minimal setiap keluarga muslim ada satu hafizh/ah. In syaa Allah.



---------------------------------------------


“Hafizh The Next President"



Semoga presiden Republik Indonesia selanjutnya seorang negarawan sekaligus pengusaha yang hafal Al-Qur'an yang siap membeli Indonesia dari pihak-pihak asing. Ini butuh tahapan, butuh proses..! Kampanye kita bukan kampanye partai bukan pula cuma kampanye presiden tetapi kampanye "Terwujudnya satu rumah muslim minimal satu hafizh/ah". Aamiin.


Jika setiap rumah ada minimal satu hafizh/ah maka tidak heran jika pemimpin mulai dari tingkat RT, RW, Kepala Desa, Lurah, Camat, Bupati, Wali Kota, Gubernur dan Presiden dari kalangan muslim penghafal Al-Qur'an.



Kita dukung semua lembaga tahfizh Al-Qur'an di Indonesia untuk meluluskan Hafizh/ah yang paham Al-Qur'an atau minimal cinta Al-Qur'an. Adanya program sejenis Karantina Tahfizh, Pondok Pesantren Tahfizh, Sekolah Islam plus Tahfizh, komunitas pecinta Al-Qur’an, ODOJ, Rumah Tahfizh, dan sejenisnya di Indonesia bisa bersinergi untuk menjunjung tinggi Al-Qur'an sebagai nilai-nilai yang sesuai untuk masyarakat Indonesia.


Firman Allah:


وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


“Andaikan penduduk suatu negeri mau beriman dan bertaqwa, maka pasti akan Kami buka pintu-pintu barakah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ajaran-ajaran Allah), maka Kami azab mereka, karena perbuatan mereka sendiri.” (QS: Al A’raf : 96)

Belajar dan menghafal Al-Qur'an tidak terbatas usia, tidak terbatas ormas, tidak terbatas baju politik, yang terpenting syaratnya adalah muslim yang ingin hidup dengan nilai berdasaran kitab sucinya. Al-Qur’an tidak patut dipolitisir hanya untuk kepentingan partai tertentu atau ormas tertentu saja melainkan dengan Al-Qur’an setiap muslim akan bersatu. Orang Islam tidak layak berkumpul hanya ada pada kelompok partai tertentu saja melainkan harus menyebar dan menyebarkan kesalihan yang berdasarkan nilai-nilai kitab suci Al-Qur’an di berbagai kelompok untuk mewujudkan masyarakat yang beriman, bertaqwa, dan bersatu dalam naungan Al-Qur’an.



"Mission i'm possible 2030"
900 orang x 30 orang = 27.000 penghafal Al-Qur'an (Semester 2)
27.000 orang x 30 orang = 810.000 penghafal Al-Qur'an (Semester 3)
810.000 orang x 30 orang = 24.300.000 penghafal Al-Qur'an (Semester 4)
24.300.000 orang x 30 orang = ????... (melebihi jumlah umat Islam di Indonesia)


(ان الله يرفع بهذالكتا ب أقواما ويضع به آخرين. (رواه مسلم
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya:
إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۖ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ ۗ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

KEUTAMAAN TAHFIZH AL-QURAN
Motivasi Menghafal Al-Qur’anBanyak ayat Al-Qur’an dan Hadits yang menyatakan tentang keutamaan Al-Qur’an, mempelajari, dan menghafalkannya. Supaya pembahasan ini lebih singkat maka berikut ini hanya ditampilkan sebagian hadits Rasulullah SAW mengenai keutamaan Al-Qur’an.
1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Al-ََQur’an dan mengajarkannya.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” 
(HR. Bukhari)
2. Al-Qur’an adalah sebaik-baik ucapan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)
3. Al-Qur’an akan memberi syafaat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
4. Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
“Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Al-Qur’an ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)
11. Orang yang membaca Al-Qur’an secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ

Firman Allah:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (Q.S. Ali Imran : 103)



Sekalipun bukan negara Islam masyarakat Indonesia mayoritas muslim, sehingga wajar jika masyarakat muslim ingin menggunakan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an tidak bertentangan dengan dasar negara yaitu Pancasila dan tidak bertentangan pula dengan UUD ’45 sehingga apa alasannya orang Islam tidak mendukung Hafizh Al-Qur’an untuk jadi pemimpin?...

Kita tunjukkan bahwa Islam ini agama yang rahmatan lil ‘alamin dengan meninggikan ahlaq yang mulia sesuai dengan tuntunan kitab sucinya. Ajaran Al-Qur’an sangat toleran ini tercermin dalam Al-Qur’an bahwa hak hidup orang kafir pun dilindungi dalam Islam, bahkan umat Islam dilarang mengejek, menghina, apalagi menganiaya non-muslim.


Firman Allah SWT
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Rabb tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang mereka kerjakan." (Q.S. Al-An'am : 108)
Tidak ada yang tidak mendukung dakwah Al-Qur’an dengan visi “Terwujud setiap keluarga muslim minimal satu hafizh/ah” kecuali kaum kafir harbi (kafir yang memusuhi).

  وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ تَعْرِفُ فِي وُجُوهِ الَّذِينَ كَفَرُوا الْمُنكَرَ ۖ يَكَادُونَ يَسْطُونَ بِالَّذِينَ يَتْلُونَ عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۗ قُلْ أَفَأُنَبِّئُكُم بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكُمُ ۗ النَّارُ وَعَدَهَا اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
“Apabila ayat-ayat Al-Qur’an yang jelas kebenarannya itu dibacakan kepada orang-orang kafir, engkau lihat wajah-wajah mereka cemberut tanda tidak senang. Orang-orang kafir itu nyaris membinasakan orang-orang mukmin yang membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada mereka. Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Apakah kalian mau aku beri kabar yang lebih buruk daripada sikap kalian menolak Al-Qur’an? Yaitu neraka yang Allah janjikan kepada orang-orang kafir. Neraka adalah tempat tinggal yang paling buruk bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Hajj: 72)



Jika pun ada muslim yang menolak dakwah kampanye hafizh jadi pemimpin maka bisa jadi mereka adalah kaum munafik yang dekat dengan kaum kafir.
  بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا 
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah. (QS. An-Nisa: 138-139)


Optimis, dengan izin Allah pasti terwujud 1 rumah 1 hafizh di Indonesia. Rintangan pasti ada namun kita harus berlindung kepada Allah yang memiliki semua kekuatan sehingga rintangan itu sangat kecil bagi Allah. Dimulai dari diri sendiri untuk mulai memiliki mushaf Al-Qur’an, mempelajari, memahami, mengamalkan, dan menghafalkannya. Aamiin.


Strategi 30 x 30 x 30 dan seterusnya, Insya Allah memungkinkan untuk mencapai setiap keluarga muslim minimal satu hafizh/ah sebagaimana yang pernah kami tuliskan pada artikel sebelumnya.

Yadi Iryadi
Penelitian dan Pengembangan
Yayasan Karantina Tahfizh Nasional





Yayasan Karantina Tahfizh Nasional dengan legalitas No.SK.No.AHU-82.AH.01.05.Tahun 2014 memiliki Visi:"Terwujudnya setiap keluarga muslim minimal satu Hafizh/ah Indonesia 2030"

Visi ini Insya Allah kita bisa tempuh bekerja sama dengan seluruh Pondok Pesantren, Sekolah Islam, Universitas, Perguruan Tinggi, Lembaga Tahfizh, Madrasah, komunitas pecinta Al-Qur'an, ODOJ, One Day One Ayat, Rumah Qur'an, Rumah Tahfizh dan lembaga lainnya di Indonesia dan beberapa negara tetangga.
Ikhtiar yang sedang kami lakukan di Yayasan Karantina Tahfizh Nasional “Program Sebulan Hafal Al-Qur'an” cara kerjanya ketika kami berhasil meluluskan minimal 30 orang penghafal Al-Qur'an setiap semester, kemudian masing-masing 30 orang membuat event serupa minimal dalam satu semester dan seterusnya maka terjadilah multi level pahala orang menghafal Al-Qur'an dengan perhitungan sebagai berikut:



30 orang x 30 orang = 900 penghafal Al-Qur'an (Semester 1)

Jumlah umat Islam di Indonesia 2014 kurang lebih 182,600,000 orang. Maka di semester ke 5 setiap orang sudah gemar menghafal Al-Qur'an disertai pemahaman dan semoga terwujud dalam perilaku mulia sehari-hari sehingga Allah mengangkat derajat kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Aamiin.

Artinya: “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur'an ini dan merendahkan yang lain (karena meninggalkan Al-Qur'an).” (HR. Muslim)

Pencapaian 5 semester mengangkat derajat umat Islam itu adalah perhitungan impian tetapi jika Allah berkehendak lebih cepat maka tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kenyataanya pastilah banyak ujian untuk mewujudkannya. Entah itu ujian dari umat Islam sendiri (kaum munafik) maupun kaum lain yang tidak senang dengan kemajuan Islam yang semakin berpegang teguh pada kitab sucinya.



Allah berfirman :

Artinya : “Dan orang-orang kafir berkata: ‘Janganlah kalian mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur'an ini, dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya supaya kalian dapat mengalahkan mereka." (Fushshilat: 26)


Kita perlu waktu dan ikhtiar untuk mewujudkannya, jika dalam 5 semester dikatakan “mission impossible” maka di 2030 Insya Allah “we are possible”. Hadapi ujian-ujian itu makar-makar musuh itu dengan tekad dan tawakal kepada Allah.

“...Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”
(Q.S. Ali Imran:159)
Artinya: "Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal."


Ini adalah 'azam kita bersama...! Bismillah niat karena Allah..!
Kita bersama-sama meluaskan dakwah Al-Qur’an untuk kejayaan Islam yang bersatu mencari keridhaan Allah. Siapa pun Anda, Insya Allah bisa menghafal Al-Qur'an! Aamiin..!



Sumber:
Penelitian dan Pengembangan
Yayasan Karantina Tahfizh Nasional
www.sebulanhafalquran.com


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)



5. Orang yang membaca Al-Qur’an diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” 
(HR. Bukhari-Muslim)

6. Membaca satu atau dua ayat Al-Qur’an lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
“Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Al-Qur’an? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)



7. Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Al-Qur’an
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)





8. Membaca satu huruf Al-Qur’an akan memperoleh sepuluh kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)



9. Pembaca Al-Qur’an akan ditinggikan derajatnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)


10. Dengan Al-Qur’an, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang 

bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i)
Bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.


15. Para penghapal Al-Qur’an dimuliakan oleh Islam




§ Penghafal Al-Qur’an lebih berhak diangkat menjadi imam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an). Jika mereka sama dalam hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR. Muslim)
§ Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal. Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghapal Al-Qur’an.
§ Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat.


Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghapal Al-Qur’an duduk di majelis musyawarahnya.




§ Berhak diangkat menjadi pimpinan safar. 

Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Hadits Hasan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Al-Qur’an, maka mereka pun membacakan Al-Qur’an. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hapalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hapal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah pemimpinnya.”



Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al-Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Pelajarilah Al-Qur’an dan bacalah, karena perumpamaan Al-Qur’an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Al-Qur’an ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”

15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Al-Qur’an
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Al-Qur’an, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
(HR. Thabraniy dengan isnad, dan para perawinya tsiqah)

Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Begitu banyak keutamaan yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi siapa saja yang mempelajari Al-Qur’an. Semoga ini akan menjadi dasar motivasi yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an ikhlas hanya karena Allah SWT. Sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya upah yang paling benar kalian terima adalah Kitabullah.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar mengatakan bahwa jumhur ulama telah berdalil dengan hadits ini didalam membolehkan mengambil bayaran dari mengajarkan Al-Qur’an. Imam ash Shon’ani mengatakan bahwa Jumhur ulama, Malik dan Syafi’i membolehkan mengambil upah dari mengajarkan Al Qur’an baik orang yang belajarnya adalah anak kecil atau orang dewasa seandainya hal itu dapat membantu si pengajar didalam pengajarannya berdasarkan hadits diatas. Hal ini diperkuat lagi dengan apa yang disebutkan didalam bab nikah dimana Rasulullah saw pernah memerintahkan seseorang untuk mengajarkan istrinya Al Qur’an sebagai mahar baginya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tanyakan apabila ada yang belum jelas!